indonesia observer

Just another WordPress.com weblog

Visite Dokter

Detak Sunyi Pemicu Asma
Oleh:
Dr.Dwi Bambang, Spesialis Paru dan Asma

Pxenyakit yang satu ini, asma, betul-betul bikin repot penderitanya. Terutama ketika terjadi serangan. Apalagi serangan ini tidak mengenal waktu dan tempat. Kesulitan bernafas atau sesak nafas adalah gambaran yang paling mudah dilihat pada saat serangan. Hanya melalui obat-obatan dokter saja yang mampu membuat serangan ini berlalu. Asma biasanya sudah dimulai sejak usia anak-anak. Hal inilah yang membuat penderita bagai berkawan akrab dengan asmanya. Sehingga mereka dapat mengetahui saat-saat mulai munculnya serangan. Termasuk juga mengetahui obat yang biasa dipakai untuk meredam serangannya. Seolah-olah penderita menjadi langganan tetap dokter atau rumah sakit guna mengatasi serangan asmanya.Di sisi lain justru dengan menghindari faktor-faktor pemicu asma, akan sangat membantu penderita terhindar dari serangan.

Dalam lingkungan kehidupan sehari-hari, banyak faktor pencetus asma sebagai bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan. Sebaiknya keluarga atau orang-orang di sekeliling penderita asma juga mengenal faktor-faktor pemicu asma.

(1) Asap rokok. Bagi beberapa orang merokok adalah hal yang tak terpisahkan. Di manapun ia akan berusaha merokok. Karena ini bagian dari kenikmatan. Di samping mungkin sebagai gaya hidup. Tetapi asap rokok yang keluar justru menimbulkan petaka bagi penderita asma. Sebaiknya bagi mereka yang gemar merokok, atau penderita asma menjauhi situasi yang mana banyak asap rokok. Asap rokok dapat menimbulkan iritasi pada saluran nafas. Sehingga akan merangsang bangkitnya batuk dan sesak nafas. Dengan meninggalkan ruangan yang banyak asap rokok akan memperkecil kemungkinan terjadinya serangan asma.

(2) Binatang peliharaan. Kucing, anjing, kelinci adalah binatang-binatang cantik yang sering menjadi binatang kesayangan keluarga. Bahkan saking sayangnya binatang-binatang tersebut selalu hadir dalam dekapan. Entah itu ketika tidur, berkumpul keluarga, atau acara menonton tv atau acara santai lainnya. Padahal tanpa disadari, bulu binatang pasti ada yang rontok. Bulu-bulu yang lepas inilah yang mampu mengancam penderita asma.

(3) Ada beberapa allergen (penyebab alergi) yang berasal dari binatang peliharaan. Yaitu bulu kucing, bulu anjing dan bulu kelinci. Pada situasi demikian, buanglah jauh angan-angan atau keinginan memelihara binatang-binatang cantik tersebut. Terutama jika ada anggota keluarga yang menderita asma.

(4) Debu rumah. Debu adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Dan menjadi impian yang mahal, jika ingin tinggal di lingkungan yang bebas debu.. Apalagi jika rumah berada di tepi jalan raya. Setiap pagi akan terlihat tumpukan debu. Debu akan terasa berlebihan terutama ketika menyapu rumah. Atau rumah dengan lingkungan yang dipenuhi tanah padas. Debu sangat berpengaruh sebagai pencetus asma. Meskipun serpihan serangga, tungau debu rumah, jamur, bakteri dll yang sering terbang bercampur dengan debu juga berpeluang sebagai pemicu asma.

(5) Tepung sari. Bahan ini banyak ditemukan pada bunga. Dan tepung sari ini adalah salah satu penyebab terjadinya asma. Karena begitu lembut atau kecilnya ukuran membuat tepung sari mudah terbang terbawa angin. Akan lebih terasa efek ini jika berada di padang atau kebun bunga.

(6) Olah raga atau bermain-main. Selama ini olah raga selalu dimaknai memiliki manfaat positif bagi tubuh. Bermain-main juga tak kalah serunya dikatakan sebagai sangat penting bagi perkembangan anak-anak. Namun bagi penderita asma justru dapat berkembang menjadi petaka. Sering terlihat seorang anak ketika tengah asyik-asyiknya bermain dengan teman sebayanya mendadak mengalami asma. Olah raga atau bermain-main jika terlalu lelah juga justru dapat menyebabkan kambuhnya asma. Hal ini seringkali tidak disadari oleh penderita, teman-teman atau orang-orang di lingkungannya. Serba sulit memang bagi penderita. Sungguh sulit bagi penderita membatasi kesenangan bermain. Apalagi pada masa anak-anak.

(7) Makanan dan minuman. Minuman bersoda, makanan yang mengandung bahan pengawet, telur, kepiting, udang dan kacang-kacangan dan coklat dll adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari atau pantang bagi penderita asma. Beberapa makanan tersebut diketahui mampu memicu timbulnya asma. Apa boleh buat, makanan seperti di atas yang terasa lezat bagi sebagian besar orang ternyata hanya boleh dipandang saja bagi penderita asma. Udara dingin. Paparan udara dingin dapat mencetuskan serangan asma. Terutama perubahan cuaca yang drastis. Misalnya orang-orang yang berasal dari lingkungan yang berudara panas berwisata ke tempat-tempat yang berhawa dingin atau sejuk. Sekalipun sudah membawa baju hangat atau jaket.

(8) Zat iritan. Asap, obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, obat nyamuk elektrik dan beberapa wewangian diketahui mampu memicu terjadinya asma. Obat nyamuk dan wewangian boleh dikata sebagai bahan yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Hampir di setiap tempat dapat ditemukan orang menggunakan obat nyamuk bakar atau obat nyamuk elektrik serta wewangian. Terutama di Indonesia.

(9) Infeksi. Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dapat menimbulkan kekambuhan asma. Terutama pada anak-anak dan bayi. Dan boleh dikatakan tidak ada anak kecil yang lolos dari serangan sakit pilek dan flu. Sehingga serangan asma terlihat lebih nyata pada masa kanak-kanak.

(10) Kehamilan. Hal ini lebih dirasakan pada penderita asma dengan jenis kelamin wanita. Perubahan hormon pada ibu hamil dapat menimbulkan kekambuhan asma. Terutama karena meningkatnya hormon estrogen. Sekali orang dinyatakan asma, maka penyakit ini akan menyertainya seumur hidup.

Harus disadari bahwa asma lebih berkaitan dengan sistem kepekaan tubuh terhadap bahan-bahan asing. Terutama alergen atau iritan seperti yang disebutkan di atas. Memang saat ini sudah tersedia berbagai obat asma yang sangat mudah digunakan terutama bagi anak-anak. Namun membuat situasi atau lingkungan yang ramah bagi penderita asma akan sangat berarti dalam mengurangi serangan asma.
print this page

February 25, 2008 - Posted by | kesehatan, tips sehat, visite dokter | , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.