indonesia observer

Just another WordPress.com weblog

Bisnis

Bisnis Kos-kosan di Semarang:
Antara Deg-degan dan Keuntungan
Liputan Rie


Orang tua Hariyadi (30) dulu memiliki kos-kosan putra di Jl Banyuputih, Tembalang sebanyak 6 kamar. Namun akhirnya ia menyesal dengan keberadaan kos-kosan putra itu. Pasalnya orangtua Hariyadi tidak bisa menunggui kos-kosan tersebut. Telepon koin yang dimaksudkan agar penggunaan telepon dapat dikontrol, ternyata bisa dijebol oleh para penyewa kamar.
Tagihan melambung sampai Rp 3 juta. Orangtua Hariyadipun tidak dapat memaksa para anak kos yang semuanya mahasiswa untuk membayar tagihan telepon. Mereka saling lempar tanggung jawab. Dengan segala cara, akhirnya para anak kos dipaksa mengumpulkan uang untuk membayar tagihan telepon. Namun yang terkumpul hanya Rp 1 juta. Read more »

March 10, 2008 Posted by | Bisnis, Bisnis UKM | , , , | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.