Bisnis
Bisnis Kos-kosan di Semarang:
Antara Deg-degan dan Keuntungan
Liputan Rie
Orang tua Hariyadi (30) dulu memiliki kos-kosan putra di Jl Banyuputih, Tembalang sebanyak 6 kamar. Namun akhirnya ia menyesal dengan keberadaan kos-kosan putra itu. Pasalnya orangtua Hariyadi tidak bisa menunggui kos-kosan tersebut. Telepon koin yang dimaksudkan agar penggunaan telepon dapat dikontrol, ternyata bisa dijebol oleh para penyewa kamar.
Tagihan melambung sampai Rp 3 juta. Orangtua Hariyadipun tidak dapat memaksa para anak kos yang semuanya mahasiswa untuk membayar tagihan telepon. Mereka saling lempar tanggung jawab. Dengan segala cara, akhirnya para anak kos dipaksa mengumpulkan uang untuk membayar tagihan telepon. Namun yang terkumpul hanya Rp 1 juta. Read more »
-
Recent
-
Links
-
Archives
- March 2008 (6)
- February 2008 (16)
- November 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
